Berita

12.05.10

Seminar Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN - China & Sertifikasi Sebagai Pendorong Peningkatan Daya Saing

Perjanjian perdagangan bebas antara ASEAN-China (AC-FTA) saat ini telah menjadi masalah yang sangat menantang dan rumit di Indonesia terutama untuk industri tekstil. Hal ini didukung oleh kurangnya informasi mengenai masalah ini sehingga menghambat kesadaran industri tekstil untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi liberalisasi perdagangan dunia. Peranan pemerintah untuk menyediakan perlindungan dan dukungan kepada industri untuk menghadapi situasi sulit ini sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan pasar dan membantu sektor industri yang paling terpengaruh untuk tetap bertahan.

Dengan latar belakang situasi tersebut, TESTEX sebagai perwakilan resmi dari institut pengujian untuk sertifikat Oeko-Tex® Standard 100 di Indonesia sangat ingin mendorong semua industri tektsil untuk siap menghadapi AC-FTA dengan memfasilitasi informasi, pertukaran kesempatan bisnis dan kunci utama untuk meningkatkan daya saing dengan mengumpulkan kalangan industri, pemerintah, asosiasi tekstil dan perwakilan konsumen utama tekstil dalam satu kesempatan. Oleh karena itu, pada tanggal 15 Maret 2010 di Hotel Aston Primera Bandung diselenggarakan seminar kedua TESTEX dengan tema "Memanfaatkan Liberalisasi Perdagangan Dunia (FTA) Sebagai Peluang Untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan - Sertifikasi sebagai pendorong peningkatan daya saing". Seminar ini diadakan atas kerjasama antara TESTEX dan www.indotextiles.com yaitu situs web tekstil yang menyediakan informasi mengenai industri tekstil Indonesia, didukung oleh Asosiasi Pertekstilan Indonesia Jawa Barat (API JABAR) sebagai asosiasi tekstil nasional untuk industri dan pengusaha tekstil dan juga Bandung Intertex 2010. Seminar ini diikuti lebih dari 130 orang peserta yang terlihat sangat antusias dengan acara yang dibuka oleh Ibu Titi Susanti sebagai Kepala Kantor Perwakilan TESTEX Jakarta dan diikuti oleh presentasi dari para pembicara tamu yang kompeten.

Untuk menyediakan informasi lengkap mengenai perjanjian perdagangan bebas, TESTEX mengundang perwakilan pemerintah Nus Nuzulia Ishak dari Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) yang menyampaikan materi ?Strategi Pemerintah Dalam Membuka Peluang Pasar TPT Dalam Rangka Liberalisasi Perdagangan Dunia?. Materi ini menarik perhatian peserta seminar untuk mencari kesempatan dan informasi penting guna mendukung rencana marketing mereka. Dengan dukungan dan usaha pemerintah dalam masalah AC-FTA ini, industri tekstil akan lebih optimis untuk membuka peluang pasar yang baru dan memastikan pengoptimalan pasar yang telah ada. Untuk informasi lebih lanjut, Ketua Umum API Jawa Barat, Ade Sudrajat memberikan presentasi mengenai "Kebangkitan Industrialisasi" yang mengetengahkan informasi dan data stastistik industri tekstil Indonesia terbaru. Materi ini mendorong semua industri tekstil untuk siap dan meningkatkan performa perusahaan untuk menghadapi liberalisasi perdagangan dunia.

Dalam pengertian bahwa AC-FTA adalah tingginya kompetisi di setiap sektor industri dan bukan hanya tekstil, peningkatan setiap potensi perusahaan menjadi kunci penting untuk bertahan dan menjadi kompetitif di peluang pasar baru ataupun pasar yang telah ada. Untuk industri tekstil, salah satu kunci utama untuk siap berkompetisi adalah menyesuaikan produksi dengan standar global dan persyaratan yang dibutuhkan konsumen. Produk tekstil  dengan kualitas tinggi dan ramah lingkungan adalah salah satu strategi untuk industry tekstil agar bisa menjawab tantangan pasar yang ada. Tema utama inilah yang disampaikan presentasi Adrian Meili sebagai Manajer Pelayanan Institut & Industri TESTEX  Swiss Textile Testing Institute dari Swiss dengan judul "Oeko-Tex Sertifikat, mendukung peningkatan daya saing perusahaan". Beliau menekankan bahwa sertifikasi Oeko-Tex® bisa menyediakan dan meliputi hampir seluruh standard global yang dipersyaratkan untuk produk tekstil dengan kualitas tinggi dan ramah lingkungan.

Dalam presentasi ini juga diberikan informasi mengenai kriteria terbaru dari Oeko-Tex® Standard 100 yang merupakan peraturan terbaru di tahun 2010 untuk menjawab semua kebutuhan dan pertanyaan dari pemegang sertifikat yang sudah ada dan perusahaan lain yang ingin mensertifikasi produknya sesuai dengan permintaan konsumen. Lebih lanjut disampaikan berbagai keuntungan dari Oeko-Tex® Standard 1000 (sertifikasi untuk produksi yang ramah lingkungan) dan informasi mengenai bagaimana tuntutan untuk produksi ramah lingkungan sangat tinggi di seluruh dunia. Menutup seminar ini Direktur Garment Partnership Indonesia, Kurnia Saputra menyampaikan presentasi "Trend Perubahan Perilaku Konsumen dan Konsekuensinya Bagi Produsen" untuk memastikan bahwa industri tekstil memahami dan menyadari apa yang dibutuhkan oleh konsumen global.

Seminar kedua ini telah sukses mengundang 130 orang peserta dari berbagai kalangan diantara lain industri tekstil, asosiasi pertekstilan, perwakilan akademisi tekstil, Kementrian Perdagangan Indonesia, profesional dan pengusaha tekstil serta konsumen utama seperti NIKE Inc., C&A, Adidas, St. Oliver, dan IKEA. Seluruh peserta sangat antusias dan aktif bertanya di setiap sesi tanya jawab dan mengisi formulir kuis yang menunjukkan ketertarikan yang tinggi untuk mengaplikasikan persyaratan Oeko-Tex® dan membuat sertifikat Oeko-Tex® untuk produknya. Selama istirahat makan siang dan sesi minum kopi memungkinkan pertukaran potensi bisnis terjadi untuk menciptakan peluang pasar potensial untuk seluruh peserta. Pada akhirnya, informasi pada seminar ini diharapkan dapat mendorong industry tekstil Indonesia untuk bersiap menghadapi AC-FTA dan juga persyaratan global yang semakin tinggi

 

 

<- Back to: News